Pemikiran Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tentang Wali Mujbir dalam pernikahan (perspektif hak asasi anak)

Halim, Ahmad Rasyidi (2016) Pemikiran Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tentang Wali Mujbir dalam pernikahan (perspektif hak asasi anak). Undergraduate thesis, IAIN Palangka Raya.

[img]
Preview
Text
Abstrak (AR).pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I Pendahuluan (AR).pdf

Download (532kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II Deskripsi Umum (AR).pdf

Download (610kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III Biografi (AR).pdf

Download (487kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV Pembahasan (AR).pdf

Download (811kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V Kesimpulan (AR).pdf

Download (102kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (691-751 H./1350-1410 M.) merupakan seorang intelektual besar muslim (ulama) bermazhab Hanbali dengan konfigurasi pemikiran rasionalis. Melalui polarisasi naql dan ‘aql beliau menyelesaikan berbagai permasalahan hukum dan keilmuan. Salah satu kontribusi besar Ibnu Qayyim adalah tentang wali mujbir dalam pernikahan. Beliau menyatakan orang tua atau wali tidak boleh menikahkan anak secara paksa apabila tidak disertai dengan izin dan persetujuan anak. Perspektif ini berbeda dengan jumhur ulama (mayoritas ulama) yang menyatakan orang tua atau wali boleh menikahkan anak secara paksa meskipun tanpa disertai izin dan persetujuan anak.

Beranjak dari perbedaan tersebut, berikut akan dipaparkan rumusan permasalahan dalam penelitian ini: (1) Bagaimana latar belakang pemikiran Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tentang wali mujbir dalam pernikahan; (2) Bagaimana metode iṣtinbāṭ Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tentang wali mujbir dalam pernikahan; Bagaimana relevansi pemikiran Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tentang wali mujbir dalam pernikahan ditinjau dari perspektif hak asasi anak dan dihubungkan dengan kondisi kekinian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab berbagai rumusan masalah tersebut.

Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kontekstual yang disajikan secara deskriptif dan deduktif. Data dianalisis melalui metode content analysis dan metode hermeneutik serta kajian uṣūl fikih.

Hasil dari penelitian ini: (1) Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menyatakan bahwa seorang anak, terutama anak perempuan (demikian juga dengan anak laki-laki) tidak boleh dipaksa untuk menikah serta tidak boleh dinikahkan kecuali dengan ridanya. Dengan demikian, orang tua atau wali tidak boleh menikahkan anak secara paksa apabila tidak disertai dengan izin dan persetujuan anak; (2) Metode iṣtinbāṭ hukum yang digunakan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengenai tidak boleh adanya paksaan orang tua atau wali dalam pernikahan anak didasarkan pada hadis Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan Imam Bukhāri, Imam Muslim (muttafaqun ‘alaih) Imam Abū Dāwud dan Imam Ibnu Mājah mengenai urgensi persetujuan dan keridaan anak dalam pernikahan; (3) Relevansi Pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah tentang wali mujbir dalam pernikahan (perspektif hak asasi anak) sesuai dengan semangat hak asasi anak serta relevan dengan kondisi kekinian. Pemikiran Ibnu Qayyim tersebut dinilai mampu mengakomodir problematika hukum yang berkembang di masyarakat guna menghindari pemaksaan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya untuk menikah tanpa terlebih dulu diminta izin dan persetujuan anak.

ABSTRACT

Ibn Qayyim al-Jawziyya (691-751 AH./1350-1410 AD.) was a great intellectual Muslims (scholars) from Hanbali’s school with rationalist thought configuration. Through naql and ‘aql polarization, he solved various legal matter and scientific issues. One of the major contributions of Ibn Qayyim is about wali mujbir guardian in marriage. He expressed a parent or guardian should not be married off forcibly if it is not accompanied with the consent and approval of the child. This perspective is different from the scholarly (the majority of scholars) that states a parent or guardian may be married off forcibly although without the consent and approval of the child.

Moving on from these differences, the following will be presented formulation of problem in this research: (1) What is the rationale Ibn Qayyim al-Jawziyya about mujbir guardian in marriage; (2) How istinbāt method Ibn Qayyim al-Jawziyya about mujbir guardian in marriage; (3) How relevant is the thought of Ibn Qayyim al-Jawziyya about marriage guardian mujbir in terms of children’s rights perspective and linked to the current condition. The purpose of this study was to answer the problem formulation.

This study is a literature study (library research) using a contextual approach presented in descriptive and deductive. Data were analyzed through content analysis and hermeneutic methods and study uṣul fiqh.

Results from this study: (1) Ibn Qayyim Al-Jawziyya states that a child, especially girls (as well as boys) should not be forced to marry and must not be married except with his/her agreement. Thus, parents or guardians should not be married off forcibly if it is not accompanied with the consent and approval of the child; (2) The Method used legal istinbāt Ibn Qayyim Al-Jawziyya about should not be coercion parent or guardian in child marriages are based on the traditions of the Prophet Muhammad narrated by Imam Bukhāri, Imam Muslim (muttafaqun ‘alaih) Imam Abū Dāwud and Imam Ibnu Mājah the urgency of approval and pleasure of children in marriage; (3) Relevance thought Ibn Qayyim Al-Jawziyya about mujbir guardian in marriage (a child’s right perspective) in accordance with the spirit of child rights and relevant to contemporary conditions. Thought Ibn Qayyim are considered able to accommodate the growing problems of law in society in order to avoid forcing the parents to their children to marry without first requested permission and consent of the child.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pernikahan Islam; perkawinan Islam; Ibnu Qayyim; wali mujbir; hak asasi anak
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum)
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Syariah > Program Studi al-Akhwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: muchti muchti nurhidaya
Date Deposited: 24 Jan 2017 07:19
Last Modified: 25 Jan 2017 03:33
URI: http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/id/eprint/389

Actions (login required)

View Item View Item