Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di SMK Budi Mulya Palangka Raya

Muslimin, Muslimin (2015) Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di SMK Budi Mulya Palangka Raya. Masters thesis, IAIN Palangka Raya.

[img]
Preview
Text
File 1.pdf

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text
File 2.pdf

Download (51kB) | Preview
[img]
Preview
Text
File 3.pdf

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text
File 4.pdf

Download (63kB) | Preview
[img]
Preview
Text
File 5.pdf

Download (142kB) | Preview
[img]
Preview
Text
File 6.pdf

Download (53kB) | Preview
[img]
Preview
Text
File 7.pdf

Download (21kB) | Preview

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah lanjutan tingkat atas yang khas atau spesifik karena memiliki kekhususan menurut bidangnya masing-masing dan lulusannya diharapkan dapat memasuki dunia kerja sebagai tenaga yang terampil. Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar sangat besar dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai disertai pemanfaatan dan pengelolaan secara optimal. Akan tetapi di SMK Budi Mulya Palangka Raya, sarana dan prasarana pendidikan yang ada masih sangat terbatas dan kurang memadai, hal ini tentu berpengaruh terhadap tercapainya mutu pendidikan. Dengan demikian penelitian ini bertujuan memberikan gambaran bagaimana peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan di SMK Budi Mulya Palangka Raya, Bagaimana kendala yang dihadapi, dan bagaimana upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala-kendala tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah bagaimana implementasi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar sarana dan prasarana pendidikan di SMK Budi Mulya Palangka Raya. Subjek penelitian adalah Kepala SMK Budi Mulya Palangka Raya. Adapun informen dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium, guru dan peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun penarikan kesimpulan menggunakan metode induktif.
Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai leader serta manajer sehingga sarana dan prasarana pendidikan di SMK Budi Mulya mengalami peningkatan diantaranya sejak tahun 2014 dibangun dua ruang kelas berkonstruksi permanen di bangun satu gedung perpustakaan, penambahan referensi buku, penambahan sarana di ruang laboratorium, serta penambahan seperangkat alat musik tradisional berupa alat musik karungut. (2) Kendala yang dihadapi kepala sekolah yang berperan sebagai leader dan administrator dalam upaya meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan di SMK Budi Mulya Palangka Raya adalah anggaran dana sekolah yang kurang memadai, tidak adanya komite sekolah, terbatasnya lahan untuk praktek, serta kurang mendapat partisipasi ketua yayasan, Panti Asuhan Budi Mulya.(3) Upaya yang dilakukan kepala sekolah yang berperan sebagai leader manajer dan administrator yaitu dengan cara berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak swasta maupun pemerintah dalam penyediaan dan peningkatan mutu sarana pendidikan, sejak tahun 2013 SMK Budi Mulya telah menjalin bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Palangka Raya, serta menjalin kerja sama dengan Balai Sertifikasi dan Pengawasan Benih (BSPB) Palangka Raya, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Terkait, berkoordinasi dengan kepala yayasan Budi Mulya, menambah sarana dan prasarana pendidikan berupa media di ruang praktek maupun buku-buku pelajaran dan menyediakan lah an untuk praktek

English
Vocational High School (SMK) is a high school or a specific characteristic because it has specificity according to their respective fields and the graduates are expected to enter the workforce as skilled workers. The success of educational programs through the learning process is greatly influenced by several factors such as the availability of educational facilities are adequate with optimal utilization and management. But at SMK Budi Mulya Palangkaraya, educational facilities and infrastructure is still very limited and inadequate, it would affect the achievement of the quality of education. This study therefore aims to provide an overview of how the role of school leadership in improving the quality of educational facilities at SMK Budi Mulya Palangkaraya, How obstacles encountered, and how the efforts made to overcome these constraints.
The method used in this research is qualitative descriptive. The object of this research is how the implementation of the Indonesian Government Regulation Number 19 Year 2005 concerning the standard of educational facilities at SMK Budi Mulya Palangkaraya. Subjects were Head of SMK Budi Mulya Palangkaraya. The informen in this study consists of the Head of Library, Head of Laboratory, teachers and learners. Data collected by observation, interview, and documentation. As for drawing conclusions using inductive method.
Based on the data obtained can be summarized as follows; (1) The role of school leadership as a leader and manager so that the educational facilities at SMK Budi Mulya increased them since 2014 built two classrooms constructed permanently in the wake of the library building, the addition of a reference book, the addition of facilities in the laboratory, as well as the addition a set of traditional musical instruments such as a musical instrument karungut. (2) Constraints faced by principals who act as leaders and administrators in an effort to improve the quality of educational facilities at SMK Budi Mulya Palangkaraya is the budget of the school funding inadequate, lack of school committees, limited land for practice, as well as the lack of participation chairman of the foundation, Budi Mulya Orphanage. (3) Efforts by the school principal who serves as leader of managers and administrators by way of coordination and synergy with the private sector and government in providing and improving the quality of educational facilities, since 2013 SMK Budi Mulya has been established in collaboration with the Institute for Agricultural Technology (BPTP) Palangkaraya, as well as cooperating with the Institute for Certification and Surveillance Seeds (BSPB) Palangkaraya, in coordination with the Department of Education Related, in coordination with the head of the foundation Budi Mulya, adds to the educational facilities in the form of media in the practice room and textbooks and provide the one's to practice.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 13 EDUCATION > 1303 Specialist Studies In Education > 130304 Educational Administration, Management and Leadership
Divisions: Pascasarjana > Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: usman usman usman
Date Deposited: 09 Mar 2017 09:08
Last Modified: 09 Mar 2017 09:08
URI: http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/id/eprint/429

Actions (login required)

View Item View Item