Rancang bangun dan analisis kincir air terapung model sudu sayap kupu-kupu sebagai penggerak pembangkit listrik aliran sungai

Rochman, Yanuar Eko Nur (2017) Rancang bangun dan analisis kincir air terapung model sudu sayap kupu-kupu sebagai penggerak pembangkit listrik aliran sungai. Undergraduate thesis, IAIN Palangka Raya.

[img] Text
Skripsi Yanuar Eko N.R - 1001130205.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini berawal dari Kebutuhan energi listrik rumah-rumah di daerah terpencil seperti pedesaan didaerah Kalimantan Tengah sangat diperlukan disebabkan belum meratanya pasokan listrik ke semua pelosoknya, hal tersebut karena tidak dapat dijangkaunya jaringan listrik kesuatu wilayah tersebut oleh berada di daerah kawasan yang sulit untuk dijangkau pasokan listrik, padahal didaerah tersebut banyak sumber-sumber air mengalir yang dapat dimanfaatkan.

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui bentuk rancang bangun kincir air terapung model sudu sayap kupu-kupu. (2) Mengetahui pengaruh variasi kedalaman kincir air terhadap daya listrik yang dihasilkan. (3) Mengetahui efisiensi kinerja kincir air model sudu sayap kupu-kupu dalam menghasilkan energi listrik.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Variasi yang digunakan dalam pengambilan data pada penelitian ini adalah kedalaman sudu mulai dari 0,15 m, 0,30 m, 0,44 m, dan menggunakan lampu LED 9 watt sebagai beban dari keluaran generator.

Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Bentuk rancang bangun pada kincir air terapung ini menggunakan dua buah kincir air dengan diameter kincir 1 m yang dipasang sejajar, pada masing-masing kincir menggunakan 9 bilah sudu model sayap kupu-kupu dengan poros 1 batang besi bulat lobang dengan panjang 4 m. Kemudian untuk kerangka kincir terdapat 4 buah tiang penyangga yang difungsikan sebagai dudukan bearing untuk poros kincir. Pada kerangka bawah di berikan 6 batang pipa PVC 6 inchi dengan panjang masing-masing 4 m beserta penutup pipa. Penempatannya dibagi menjadi 3 pasang ,1 pasang berada bawah antara kincir kemudian yang 2 pasang berada pada ujung kerangka samping kincir yang berfungsi sebagai pengapung. (2) Kedalaman sudu sangat berpengaruh terhadap perubahan kecepatan putar kincir Daya listrik terbesar dimiliki oleh kincir air dengan kedalaman sudu 0,30 m sebesar 0,313 watt dan daya listrik terkecil dimiliki oleh kincir air dengan kedalaman sudu 0,15 m sebesar 0,143 watt. (3) Efesiensi terbesar kinerja kincir air dalam mengkonversikan daya air terjadi kedalaman sudu 0,15 m sebesar 70,78% pada kecepatan air 1,44 m/s.

ABSTRACT

This research is started from the necessity of houses' electric energy at isolated area such as village of central borneo. It is needed so much, because electricity supply is not spread evenly yet to all of isolated area. This case happens, because electricity wire cannot reach that area. It caused that area was out of electricity range, although there many water sources which was useful.

This research was aimed to (1) Know the shape of the floating waterwheel design of the butterfly wing blade model. (2) know influence depth blade variation towards output power of waterwheel generator construction of butterfly wing blade model (3) Knowing the efficiency of the performance of the waterwheel of the butterfly wing blade model in producing electric energy.

This research uses experimental method. The variations used in data collection in this study are the depth of the blade starting from 0,15 m, 0,30 m, 0,44 m, and using the 9 watt LED lamp as the load from the generator output.

The results showed (1) the design of the floating waterwheels using two waterwheels with the diameter of the mill.1 m mounted in parallel, on each wheel using 9 blades of the butterfly wing model with a shaft of 1 bar of round iron with a length of 4 m. Then for the portion of the mill there are 4 pieces of support pole which functioned as a bearing holder for the shaft of the mill. In the hole under 6 bars of 6-inch PVC pipe with a length of 4 m each can be washed. The placement is divided into 3 pairs, 1 pair is under the pin which is 2 pairs at the side edge of the mill that serves as a float. (2) The depth of the blade is very strong against the change of rotation speed of the highest power mill by a waterwheel with a depth of 0,30 m blade of 0.313 watts and electric power by a waterwheel with a blade depth of 0.15 m from 0,143 watt. (3) The greatest efficiency of the performance of the air mill in converting the soul water depth to a depth of 0,15 m blade of 70.78% at 1.44 m / s air speed.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Rancang bangun; Kincir Terapung Model Sayap Kupu-Kupu
Subjects: 02 PHYSICAL SCIENCES > 0299 Other Physical Sciences > 029999 Physical Sciences not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Jurusan Pendidikan IPA > Program Studi Pendidikan Fisika
Depositing User: puttry puttry
Date Deposited: 12 Nov 2018 02:50
Last Modified: 12 Nov 2018 02:50
URI: http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/id/eprint/1255

Actions (login required)

View Item View Item