Makna fi sabīlillah sebagai mustahiq zakat dalam perspektif Yūsuf Al-Qaradawi

Helyani, Noor (2009) Makna fi sabīlillah sebagai mustahiq zakat dalam perspektif Yūsuf Al-Qaradawi. Undergraduate thesis, IAIN Palangka Raya.

[img] Text
Nor Helyani - 040 211 0234.pdf

Download (13MB)

Abstract

Yusuf al-Qaradawi dilahirkan di Şaft Turab, Mesir, tanggal 9 September 1926. Dia lahir dari seorang ayah bernama al-Qaradawi bin al-Hajj bin Muqaffa dan ibunya Fatimah al-Haddad. Yusuf al-Qaradawi, Pada tahun 1973 dia berhasil meraih gelar Doktor dengan peringkat summa cum laude dengan disertasi yang berjudul az-Zakāt fi al-Islām wa Atsurüha fi Hall al-Masyākii al-Ijtimā'iyyah (Zakat dan Pengaruhnya dalam Memecahkan Masalah-masalah Sosial Kemasyarakatan). Zakat mempunyai dua dimensi kemaslahatan yaitu dimensi hablum minallah dan hablum minannās, dalam zakat terdapat golongan-golongan tertentu yang berhak menerima zakat yang lebih dikenal dengan sebutan mustahiq zakat. Golongan-golongan itu adalah fakir, miskin, amil, mu'allaf, budak, gārim, fi sabilillah dan ibn sabīl. Sesuai dengan perkembangan zaman dan tempat, interpretasi (pemahaman) terhadap definisi tiap golongan tersebut dapat mengalami perluasan makna yang berarti. Tidak terkecuali terhadap makna fi sabīlillāh. Dalam karya ini penulis memaparkan bagaimana pendapat Yusuf al- Qaradawi tentang makna fi sabīlillāh sebagai mustahiq zakat, bagaimana metode istinbāt hukum Yusuf al-Qaradawi tentang makna fi sabīlillāh sebagai mustahiq zakat serta bagaimana relevansi pendapat tersebut dengan masa sekarang.
Metode penelitian dalam karya ini adalah metode penetilian kepustakaan/library research yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan), baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian dari peneliti terdahulu. Selain itu, penulis juga akan menggunakan metode hermeneutis (hermeneutical method) yaitu pemikiran fuqaha dipahami dan ditafsirkan oleh penulis, sehingga dapat dipahami dengan mudah oleh orang lain. Kemudian dilakukan kajian analisis, berupa analisis komperatif atau perbandingan, yaitu membandingkan pemikiran/pendapat Yusuf al-Qaradawi dan pendapat para ulama. Selain itu, penulis juga menggunakan kajian analisis isi, yaitu menganalisis pendapat para ulama yang berupa teks dalam kitab-kitab karangan mereka dengan menggunakan kaidah uşul fiqh.
Hasil dari penelitian ini: (1) Menurut pendapat Yusuf al-Qaradawi, agar makna fi sabīlillāh itu menjadi tepat sasaran, dan tidak kabur maka harus diberi makna bahwa fi sabīlillāh yaitu jihad untuk menegakkan agama Allah baik dengan senjata maupun non senjata. (2) Yusuf al-Qaradawi dalam melakukan istinbāt hukum tentang makna fi sabīlillāh dia mendasarkan pada ketentuan hadis dari Anas riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan Nasa'i tentang jihad dan hadis ini dipahami al-Qaradawi dalam konsep jihad yang kaitannya dengan makna fi sabīlillāh. Kemudian Yusuf al-Qaradawi juga menggunakan qiyas dalam melakukan istinbāt hukumnya. (3) Konsep Yusuf al-Qaradawi sesuai dengan peran dan fungsi zakat yang tidak hanya didistribusikan pada jihad dalam arti sempit namun harus didistribusikan pada aspek jihad yang diperluas. Dengan demikian konsepnya relevan dengan kebutuhan zakat saat ini dan kebutuhan umat Islam. Perkembangan pemikiran di dalam hukum Islam adalah merupakan hal yang wajar, karena hukum Islam itu sendiri bersifat dinamis. Oleh sebab itu, kepada semua pihak perlu membuka cakrawala pemikiran mereka terhadap ide dan gagasan baru dengan semangat keilmuan untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan zaman dan keadaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Zakat ; fi sabīlillah
Subjects: TAJUK SUBJEK ISLAM > Fiqih > Mu'amalah
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Syariah > Program Studi al-Akhwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: puttry puttry ekaputri
Date Deposited: 25 Mar 2024 12:58
Last Modified: 25 Mar 2024 12:58
URI: http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/id/eprint/5400

Actions (login required)

View Item View Item