Representasi toleransi beragama pada orasi kebangsaan gus miftah di Peresmian Gereja Bethel Indonesia (Gbi) Amanat Agung Jakarta Utara

Prasongko, Wahyu Agung (2022) Representasi toleransi beragama pada orasi kebangsaan gus miftah di Peresmian Gereja Bethel Indonesia (Gbi) Amanat Agung Jakarta Utara. Undergraduate thesis, IAIN Palangka Raya.

[img] Text
SKRIPSI Wahyu Agung Prasongko & 1803110474.pdf

Download (3MB)

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki sikap toleransi. Meskipun tidak semua orang mampu membangun dan menerapkan sikap toleransi. Salah seorang pendakwah yang membangun dan menerapkan sikap toleransi adalah Gus Miftah. Beredar video ketika ia menyampaikan orasi kebangsaan pada peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung Jakarta Utara. Pada dasarnya orasi tersebut mengandung nilai representasi toleransi beragama, tetapi hal itu menimbulkan respons yang tidak baik, bahkan dikatakan kafir oleh sebagian masyarakat. Video tersebut mulai viral satelah diunggah di media Youtube dan Instagram. Terkait viralnya video tersebut, maka representasi toleransi beragama pada video tersebut menarik untuk dikaji. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana orasi kebangsaan Gus Miftah di peresmian GBI Amanat Agung Jakarta Utara dan mengetahui representasi toleransi beragama pada orasi kebangsaan Gus Miftah di peresmian GBI Amanat Agung Jakarta Utara.

Jenis pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode analisis semiotika. Sumber data pada penelitian ini terdapat dua sumber data, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah semiotika model Charles Sanders Peirce. sedangkan untuk teknik keabsahan data yang digunakan adalah meningkatkan ketekunan dan diskusi dengan teman sejawat.

Hasil penelitian yang ditemukan bahwa representasi toleransi beragama yang dimunculkan pada orasi tersebut ialah memuat unsur dan prinsip terkait mengakui hak orang lain, menghargai keyakinan orang lain, agree in disagreement (setuju dalam perbedaan), saling mengerti, dan kebebasan beragama. Jenis orasi yang digunakan oleh Gus Miftah pada peresmian GBI Amanat Agung Jakarta Utara adalah orasi informatif, persuasif, dan rekreatif. Orasi informatif disampaikan beliau bertujuan untuk memberikan pengertian, pemahaman, dan pengetahuan tentang pentingnya toleransi beragama. Orasi persuasif disampaikan oleh Gus Miftah bertujuan untuk mengajak dan mempengaruhi masyarakat untuk menerapkan toleransi antarumat beragama. Orasi rekreatif yang disampaikan bertujuan untuk mencairkan suasana. Adapun metode penyampaian orasi yang digunakan adalah metode ekstempore (ekstemporer).

ABSTRACT

People in Indonesia have tolerance. Even not all of them can build and implement it. One of Ustadz that can build and implement the tolerance is Gus Miftah. There was a video when he conveyed national oration in official announcement of Indonesia Bethel Church (GBI) Amanat Agung Jakarta Utara. Basically that oration contained representation of tolerance religion value, but there were some bad responses about it, even they said He was an unbeliever by some people. That video became viral after uploaded in Youtube and Instagram. About that video, representation of tolerance religion interested to be researched. Research objectives are to know how the national oration by Gus Miftah in GBI Amanat agung Jakarta Utara official announcement and to know the representation of religion tolerance on national oration by Gus Miftah in GBI Amanat agung Jakarta Utara official announcement.

This research was qualitative and used descriptive approach and semiotic analysis method. There were two data sources in this research, primary and secondary data source. Data collection techniques were observation and documentation. While, data analysis technique used model semiotic by Charles Sanders Peirce. Then for data validation technique used to increase perseverance and peer discussion.

The results showed that representation of religion tolerance that appeared in that oration contained element and principle to admit other people right, respect other people belief, agree in disagreement, understand each other, and religious freedom. Kind of oration by Gus Miftah on that ceremony was informative, persuasive and recreational. Informative oration was conveyed by Gus Miftah tried to give understanding and knowledge about how important religious tolerance. Persuasive oration was conveyed by Gus Miftah tried to persuade and influence society to implement religious tolerance. Recreational oration was conveyed by Gus Miftah tried to melting the situation. While, method that used when convey the oration was extempore.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Toleransi Beragama; Pidato
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
TAJUK SUBJEK ISLAM > Filsafat dan Perkembangan > Dakwah > Komunikasi Dakwah
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: puttry puttry ekaputri
Date Deposited: 31 Jan 2024 07:51
Last Modified: 31 Jan 2024 07:51
URI: http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/id/eprint/5307

Actions (login required)

View Item View Item