Pengaruh insentif pajak penjualan atas barang mewah nol persen terhadap keputusan pembelian mobil di Kota Palangka Raya

Mufika, Elva (2022) Pengaruh insentif pajak penjualan atas barang mewah nol persen terhadap keputusan pembelian mobil di Kota Palangka Raya. Undergraduate thesis, IAIN Palangka Raya.

[img] Text
SKRIPSI Elva Mufika -1704120662.pdf

Download (2MB)

Abstract

Insentif pajak atau dalam peraturan mengenai perpajakan di Indonesia disebut dengan fasilitas pajak dapat diartikan sebagai kemudahan yang diberikan pemerintah kepada wajib pajak dalam hal perpajakan. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) ialah pajak yang dikenakan pada barang yang tergolong mewah kepada produsen untuk menghasilkan atau mengimpor barang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya. PPnBM hanya dikenakan 1 kali pada saat penyerahan barang ke produsen. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh insentif pajak penjulan atas barang mewah nol persen terhadap keputusan pembelian mobil di kota Palangka raya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan jenis Peneliitan lapangan atau field research. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meggunkan angket dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini tidak dikethui, maka pengambilan sampel menggunakan rusmus lemeshow karena jumlah populasi yang tidak diketahui, yaitu berjumlah 100 responden. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi menggunakan SPSS 16,0 dan teknik anlisis menggunakan regresi linear sederhana.

Hasil analisis korelasi menunjukan bahwa nilai signifikan 0,000 yang mana lebih kecil dari 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh insentif PPnBM nol persen terhadap keputusan pembelian mobil di kota Palangka Raya. Serta koefisien determinasi (R Square) sebesar0,235 yang mengartikan bahwa pengaruh variabel bebas (Insentif PPnBM nol persen) terhadap variabel terikat (keputusan pembelian) adalah sebesar 23,5% sedangkan sisanya 76,5% dipengaruhi oleh variabel lain.

ABSTRACT

Tax incentives or in the regulations concerning taxation in Indonesia are called tax facilities, which can be interpreted as facilities provided by the government to taxpayers in terms of taxation. Sales Tax on Luxury Goods (PPnBM) is a tax imposed on goods classified as luxury to producers to produce or import goods in their business activities or work. PPnBM is only charged once at the time of delivery of goods to the manufacturer. The purpose of the study was to determine the effect of zero percent sales tax incentives on luxury goods on car purchase decisions in the city of Palangkaraya.

This study uses a quantitative approach. With the type of field research or field research. The data collection method in this study used a questionnaire and documentation. The population in this study is unknown, so the sampling using the Lemeshow formula because the total population is unknown, which is 100 respondents. While the data analysis technique used is correlation analysis using SPSS 16.0 and analysis technique using simple linear regression.

The results of the correlation analysis show that the significant value is 0.000 which is smaller than 0.05. Then Ho is rejected and Ha is accepted, meaning significant. This shows that there is a zero percent PPnBM incentive effect on car purchase decisions in the city of Palangka Raya. And the coefficient of determination (R Square) of 0.235 which means that the effect of the independent variable (zero percent PPnBM incentives) on the dependent variable (purchase decisions) is 23.5% while the remaining 76.5% is influenced by other variables.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pajak penjualan
Subjects: TAJUK SUBJEK ISLAM > Sosial dan Budaya Islam > Ekonomi Islam
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Jurusan Ekonomi Islam > Program Studi Ekonomi Syariah
Depositing User: puttry puttry ekaputri
Date Deposited: 05 Dec 2023 02:38
Last Modified: 05 Dec 2023 02:39
URI: http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/id/eprint/5024

Actions (login required)

View Item View Item