Walīmah infiṣāl di Desa Luwuk Ranggan Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur

Rindani, Aprilia (2021) Walīmah infiṣāl di Desa Luwuk Ranggan Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur. Undergraduate thesis, IAIN Palangka Raya.

[img] Text
Skripsi Aprilia Rindani - 1702110533.pdf

Download (1MB)

Abstract

Pernikahan secara syar’i adalah ibadah. Sedangkan secara maknawi merupakan penyatuan dua potensi fitrah yang berbeda untuk diikat dan dihimpun dalam kebersamaan sebagai wujud kecintaan dan pelaksanaan ketaatan kepada Allah Swt dan Rasul-Nya. Walīmah infiṣāl adalah walīmah atau perayaan yang dilaksanakan secara terpisah antara tamu laki-laki dan perempuan agar tidak terjadi ikhtilaṭ. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang pelaksanaan Walīmah infiṣāl yang dilakukan masyarakat di Desa Luwuk Ranggan Kecamatan Cempaga serta untuk mengetahui bagaimana hukum Islam dalam memandangnya.Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field-research) yang bersifat hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif.
Subjek dalam penelitian ini adalah dua pasang suami-istri asal Desa Luwuk Ranggan Kecamatan Cempaga yang melakukan walīmah secara infiṣāl serta tiga orang yang berperan sebagai informan yang dimintai keterangan melalui wawancara langsung. Hasil penelitian menerangkan bahwa dari dua pasangan yang melaksanakan Walīmah infiṣāl memiliki latar belakang yang berbeda dalam melakukan Walīmah infiṣāl. Subjek pertama memberikan keterangan bahwa keputusan melaksanakan walīmah infiṣāl adalah keputusan bersama dengan pasangan tanpa ada paksaan dan permintaan dari pihak lain untuk menghindari terjadinya ikhtilaṭ. Pasangan kedua menyatakan bahwa pelaksanaan walīmah infiṣāl adalah keputusan keluarga dari kedua belah pihak. Sedangkan pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaan Walīmah infiṣāl memiliki perbedaan, yaitu anjuran dan penolakan terhadap Walīmah infiṣāl.

ABSTRACT

Shari'a marriage is worship. Meanwhile, meaningful is the unification of two different natural potentials to be tied and collected in togetherness as a form of love and the implementation of obedience to Allah SWT and His Messenger. Walīmah infiṣāl is a walīmah or celebration that is carried out separately between male and female guests so that there is no ikhtilaṭ. The purpose of this study was to find out the background of the implementation of Walīmah infiṣāl carried out by the community in Luwuk Ranggan Village, Cempaga District and top find out how Islamic law views it.This type of research is a field-research which is empirical law with a qualitative descriptive approach. Subjects in this study were two pairs of husband and wife from the village of the District Ranggan Luwuk Cempaga who Walīmah are infiṣāl as well as three people who act as informants testified through direct interviews.The results of the study explain that of the two couples who carry out Walmah infiāl have different backgrounds in doing Walīmah infiṣāl. The first subject provides information that the decision to carry out walīmah infiṣāl is a joint decision with a partner without any coercion and requests from other parties to avoid ikhtilaṭ. The second pair stated that the implementation of walīmah infiṣāl was a family decision from both parties. While the views of Islamic law on the implementation of Walīmah infiṣāl have differences, namely the recommendation and rejection of the Walīmah infiṣāl.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Walīmah Infiṣāl; Pernikahan
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012899 Islamic Family Law not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Syariah > Program Studi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: puttry puttry ekaputri
Date Deposited: 20 Sep 2022 07:46
Last Modified: 20 Sep 2022 07:46
URI: http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/id/eprint/4174

Actions (login required)

View Item View Item