Pola pendidikan islam remaja dalam keluarga di komplek eks prostitusi Merong Muara Teweh Kabupaten Barito Utara

Efendi, Rinto (2021) Pola pendidikan islam remaja dalam keluarga di komplek eks prostitusi Merong Muara Teweh Kabupaten Barito Utara. Undergraduate thesis, IAIN Palangka Raya.

[img] Text
SKRIPSI RINTO EFENDI.pdf

Download (1MB)

Abstract

Abstract

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan para orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Keluarga sebagai sebuah lembaga pendidikan yang pertama dan utama, harus memiliki pola pendidikan yang jelas dan terencana agar pendidikan anak lebih terarah. Orang tua harus tegas dalam mendidik anak serta harus memiliki peraturan, tata tertib dan hukuman yang jelas saat dirumah agar anak lebih disiplin dan tidak melanggarnya dikarenakan berada dilingkungan komplek eks prostitusi Merong yang buruk jadi perhatian orang tua harus lebih ekstra agar anak terhindar dari kenakalan remaja.

Tujuan penelitian agar mengetahui pola pendidikan Islam remaja dalam keluarga yang tinggal dikomplek eks prostitusi Merong, pola-pola pendidikan seperti apa yang diberikan oleh orang dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pola pendidikan Islam yang diterapkan oleh orang tua.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 4 orang tua 4 remaja yang masih bersekolah atau kuliah dan 2 wanita pekerja seks komersial. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan untuk menguji keabsahan data yang sudah didapatkan dengan menggunakan triangulasi sumber. Kemudian dianalisis melalui 4 tahapan yaitu Data Collection, Data Reduction, Data Display dan Conclusing Drawing.

Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Setiap orang tua dikomplek eks prostitusi Merong tidak memiliki pola pendidikan yang signifikan, setiap orang tua tidak memliki ketegasan dalam mendidik anak, tidak adanya peraturan, hukuman dan tata tertib. Orang tua lebih cenderung membiarkan dan memberi kebebasan, tetapi selalu ada rambu-rambu didalam setiap pergaulan anak. Setiap orang tua menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak mereka. Orang tua dikomplek eks prostitusi Merong lebih cenderung memiliki pola pendidikan permisif seharusnya dengan kondisi lingkungan yang buruk para orang tua haru menerapkan pola pendidikan demokratis untuk anak mereka. (2) Faktor pendukung dalam pola pendidikan remaja, orang tua akan lebih memperhatikan anaknya disetiap pergaulannya. Setiap kegiatan positif anak akan selalu didukung. Orang tua akan memiliki pola pendidikan yang signifikan dan lebih terencana untuk anak.

ABSTRACT

The family is the smallest unit of a society that consist of the family head and a few people who are gathered together and live somewhere under a roof in a state of interdependence. The family as a first and foremost educational institution. Within the family must have a clear, well-planned pattern of education to give the child more direction. Parents must be strict about educating children and must have clear rules, regulations and punishments at home to keep children disciplined and inviolate because of being in a bad ex-prostitue localization, so parents be extra concerned to keep children out of delinquency.

In order, to find out how the pattern of Islamic education for teenagers in families living at ex-prostitution localitazion of the Merong, what kinds of education parents provide and also to find out what factors are advocates and inhibitors to the pattern of Islamic education applied by parents.

This research uses a descriptive qualitative approach. The place was the ex-prostitution localitazion of the Merong. The subjects of this study were 4 parents of 4 teenagers who attending school or college and 2 women working for sex. As for this research, the object is the pattern of family education in educate their children in the ex-prostitution localitazion of the Merong Muara Teweh. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. To test the validity of the data obtained by using source triangulation. Then analyze the data used through 4 stages of the Data Collection, Data Reduction, Data Display and Conclusive Drawing.

The results showed that (1) every parent in ex-prostitution localitazion of the Merong has no significant educational pattern, every parent did not have firmness in educating children, there were no regulation, punishments and discipline. They are more likely to let and give freedom, but there are always signs inside every child's association. Every parent in the ex-prostitution localization of the Merong wants the best education for their child. Parents in the ex-prostitution localization of the Merong are more likely to have a permissive education pattern that should be in poor environmental conditions, parents should apply a democratic education pattern for their children they. (2) Supporting factors in the pattern of youth education, parents are more concerned about their children in their associations. Every positive activity of children will always be supported. Parents will have a significant and more planned parenting pattern for their children.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pendidikan Islam; Remaja; Keluarga
Subjects: 13 EDUCATION > 1303 Specialist Studies In Education > 130308 Gender, Sexuality and Education
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Jurusan Tarbiyah > Program Studi Pendidikan Agama Islam
Depositing User: fuah fuah marfuah
Date Deposited: 15 Dec 2021 08:25
Last Modified: 15 Dec 2021 08:25
URI: http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/id/eprint/3671

Actions (login required)

View Item View Item