Manajemen bimbingan dan konseling dalam pembinaan karakter siswa di MTs PPKP Sampit

Riyono, Riyono (2021) Manajemen bimbingan dan konseling dalam pembinaan karakter siswa di MTs PPKP Sampit. Masters thesis, IAIN Palangka Raya.

[img] Text
Riyono- 19013282.pdf

Download (3MB)

Abstract

Pelanggaran disiplin yang terus berulang dan kurangnya kepedulian sosial merupakan permasalahan yang berkaitan dengan karakter siswa dan harus mendapatkan perhatian serius. Dalam hal ini perlu adanya pembinaan karakter oleh bimbingan dan konseling. Kesuksesan layanan bimbingan dan konseling dalam pembinaan karakter siswa sangat dipengaruhi manajemen bimbingan dan konseling. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa manajemen bimbingan dan konseling dalam pembinaan karakter siswa di MTs PPKP Sampit.

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah dua orang guru bimbingan dan konseling, sebagai informannya adalah wakamad kurikulum, wakamad kesiswaan, wali kelas dan siswa yang pernah terlibat dalam pembinaaan. Analisis data berpedoman pada model analisis interaktif dari Miles dan Michael Huberman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bimbingan dan konseling dalam pembinaan karakter siswa di MTs PPKP Sampit telah terlaksana meskipun masih ditemukan berbagai kekurangan. Analisis kebutuhan siswa menggunakan data yang kurang faktual, program yang dibuat merupakan hasil download dari internet dan dimodifikasi menyesuaikan dengan visi, misi dan tujuan madrasah, perencanaan fasilitas dan biaya tidak dibuat oleh konselor. Pada pengorganisasian, kedua konselor memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, pembagian tugas dan sosialisasi kerja sesuai mekanisme. Pelaksanaan layanan secara klasikal sudah berjalan dengan adanya jam masuk kelas secara reguler satu jam pelajaran setiap kelas perminggunya. Pembinaan diluar jam pelajaran bersifat insedental. Pembinaan terhadap karakter siswa dilaksanakan secara berjenjang, kegiatan pendukung seperti aplikasi instrumen dan himpunan data tidak ada. Pengawasan terhadap siswa yang telah diberikan pembinaan dilaksanakan konselor dibantu wali kelas. Evaluasi terhadap program layanan dilaksanakan secara berkala setelah pelaksanaan mid semester dan setelah penilaian akhir semester. Alih tangan kasus kepada kepala madrasah dilaksanakan jika siswa masih terus melakukan pelanggaran. Pengawasan terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling secara internal oleh kepala madrasah, dibantu oleh wakamad kurikulum, wakamad kesiswaan dan wali kelas secara informal dan sifatnya hanya monitoring.

Abstract

Repeated disciplinary violations and lack of social care are problems related to students' character and should get serious attention from PPKP Sampit MTs. In this case, there needs to be character building by guidance and counselling. The management of guidance and counselling strongly influences the success of guidance and counselling services in student character development. The purpose of this research is to analyze the management of guidance and counselling.

The approach used is the qualitative approach. The techniques used for data collection are observation, interview, and documentation. The study subjects were two teachers of guidance and counselling, as the informants are wakamad curriculum, wakamad students, homeroom teachers and students who have been involved in the destruction. The data analysis is based on an internal analysis model from Miles and Michael Huberman.

The results showed that the management of guidance and counselling in the character coaching of students in PPKP Sampit MTs is still not optimal. Analysis of students' needs using inaccurate data, programs created are downloaded from the internet and modified according to the vision, mission and objectives of madrasah, facility planning and cost planning are not created by counsellors. In organizing, both counsellors have an appropriate educational background; the division of tasks and socialization of work is following the mechanism. The implementation of the service is classically already running with regular class entry hours of one hour of lessons per class per week. Coaching outside of lesson hours is incremental. Both counsellors have not fully understood their duties as counsellors in the provision of services. Coaching on students' character is carried out in stages; supporting activities such as instrument applications and data sets do not exist. Probelamatika faced is lack of facilities and infrastructure, the ratio between the number of teachers guidance and counselling with the number of students who are not following the provisions, the lack of ability of both teachers guidance and counselling in understanding their duties as counsellors, as well as a lack of awareness to develop their profession. Internal supervision by the head of the madrasah, assisted by wakamad curriculum, wakamad students and class guardians informally and only monitoring.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Karakter; Manajemen Bimbingan dan Konseling
Subjects: 13 EDUCATION > 1301 Education Systems > 130106 Secondary Education
13 EDUCATION > 1303 Specialist Studies In Education > 130305 Educational Counselling
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Jurusan Tarbiyah > Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Unnamed user with email daniaty_marina@yahoo.com
Date Deposited: 17 Sep 2021 03:54
Last Modified: 17 Sep 2021 03:54
URI: http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/id/eprint/3550

Actions (login required)

View Item View Item