Peran pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) di kota Palangka Raya

Suriandi, Suriandi (2018) Peran pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) di kota Palangka Raya. Undergraduate thesis, IAIN Palangka Raya.

[img] Text
Skripsi Suriandi - 1302110416.pdf

Download (899kB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah maraknya kekerasan dalam rumah tangga di kota Palangka Raya, tapi mereka masih banyak yang tidak mengetahui keberadaan P2TP2A bahkan mereka pun tidak tahu apa kepanjangan dari P2TP2A. Sehingga apabila terjadi kekerasan dalam rumah tangga mereka langsung melaporkan ke pihak yang berwajib (polisi) dan kantor Pengadilan Agama (PA) untuk menyelesaikaikan masalah. Adapun rumusan masalah adalah: 1). Apa latar belakang keberadaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak? 2). Bagaimana implementasi mediasi penanganan kasus KDRT di P2TP2A di kota Palangka Raya? 3). Apa faktor pendukung dan penhambat mediasi dalam kasus KDRT yang ditangani oleh P3TP2a di kota Palangka Raya?
Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan Deskriptif. Sedangkan yang menjadi subjek sebanyak 3 orang. Pengumpulan data antara lain: 1). Wawancara; 2). Observasi 3). Dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data adalah: 1). Data Collection. 2). Data Redukction. 3). Data Dispay. Dan 4). Data Conclousion.
Temuan di lapangan yang menjadi masalah adalah: 1). Tingkat pendidikan yang rendah. 2). tekad yang bulat ingin bercerai 3). Tidak ada dukungan dari kedua belah pihak keluargga 4). Sering terjadi antara salah satu pasangan tidak hadir dalam mediasi. Rekomendasi adalah: 1). Bagi pihak P2TP2A hendknyanya bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk memberi penyuluhan kepada masyarakat 2). Penanganan mediasi di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak perlu ditingkatkan. 3. Bagi orang tua apabila mau mengawinkan anak sebaiknya usia anak harus sesuai dengan undang-undang.

Abstract

The background of this research was the rise of domestic violence in Palangka Raya city, but there were many people who do not know the existence of P2TP2A, even they did not know what stands P2TP2A for. So when there was domestic violence, they directly report ed to police and the Religious Court office to solve the problem.The research problems were; 1) What is the background of the integrated services centre communicator review of women and children? 2) how is the implementation of dmediation in handling domestic violence in P2TP2A Palangka Raya city? 3) What are the supporting and inhibiting mediation factors in domestic violence which is handled by P2TP2A in Palangka Raya city?
This research was qualitaive descriptive approach. The research subjects were 3 people. The data collection techniques were; Interviews, observation, and documentation. While the data analysis techniques were; data collection, data reduction, data display and data conclusion.
The research finding on these cases were; 1) low education level, 2) a deremined determination to divorce, 3) no support from either side of the family, 4) One partner is often absent in mediation. The recomendations were; 1) P2TP2A parties should work together with Local Government to provide education to the community 2) Handling of mediation at P2TP2A needs to be improved, 3) When the parents want to marry off their child, the child’s age should be as permitted by law.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: KDRT
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012811 Nusyuz, Syiqaq & Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Marriage Violence)
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Syariah > Program Studi al-Akhwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: puttry puttry
Date Deposited: 26 Sep 2019 02:13
Last Modified: 26 Sep 2019 02:13
URI: http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/id/eprint/1708

Actions (login required)

View Item View Item